Skip to content
August 8, 2026
Trending Tags
hikmah jumat Alihsan Anyer RuliAlqodriMustafa dakwah Suryana Sudrajat puasa pendidikan fariduddin attar
AL-IHSAN ANYER

AL-IHSAN ANYER

Media Dakwah, Pendidikan & Pengetahuan Keislaman

  • PENDIDIKAN
  • SIRAH
  • KAJIAN ISLAM
  • ILMU DAN TEKNOLOGI
  • TENTANG KAMI
  • PONPES AL-IHSAN

Breaking News

Teriaklah, Sebab Diam Tidak Pernah Mengubah Apa-apa

Mujahirin: Ketika Dosa Bukan Lagi Disembunyikan, Tapi Dijadikan Konten

Menjaga Kehormatan di Tengah Kekurangan

Hijrah Itu Esensi, Bukan Sensasi

Fitnah Akhir Zaman : Ujian Iman di Tengah Kaburnya Kebenaran

Salah, Dosa, dan Jalan Pulang kepada Allah

Rokok, Kesadaran Jiwa, dan Cinta kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam

Inilah Siratal Mustakim yang Digambarkan  Rasulullah Saw

Kisah Dua Sufi Perempuan

Dakwah Nabi dan Sikap Para Pembesar

  • Home
  • 2026
  • August
  • 7
  • Teriaklah, Sebab Diam Tidak Pernah Mengubah Apa-apa
  • HIKMAH JUMAT

Teriaklah, Sebab Diam Tidak Pernah Mengubah Apa-apa

On August 7, 2026August 7, 2026
Ruli Alqodri Mustafa

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (H.R. Muslim)

Ada sebuah kalimat yang akhir-akhir ini sering terdengar, terutama ketika masyarakat menyaksikan korupsi, ketidakadilan, dan berbagai bentuk kezaliman yang seolah tak pernah habis.

“Buat apa demo? Buat apa teriak? Buat apa menulis? Toh tidak akan ada perubahan.”

Kalimat itu terdengar realistis, tetapi sesungguhnya menyimpan racun yang berbahaya: keputusasaan.

Kalau dipikir-pikir, logika itu mirip dengan seseorang yang menolak menanam pohon mangga karena besok pagi pohonnya belum tentu berbuah. Atau seperti orang yang enggan salat karena merasa belum tentu masuk surga. Lucu, bukan?

Padahal dalam Islam, kita diajarkan bahwa tugas manusia adalah berikhtiar, bukan mengendalikan hasil.

Nabi Nuh Alaihissalam berdakwah hampir seribu tahun, tetapi pengikutnya hanya segelintir orang. Kalau ukuran keberhasilan hanya dilihat dari jumlah pengikut, mungkin ada orang zaman sekarang yang akan berkata, “Percuma, Pak Nuh. Engagement-nya kecil.”

Untungnya, para nabi tidak memakai ukuran viral dan trending.

Islam mengajarkan bahwa melawan kemungkaran memiliki tiga tingkatan: dengan tangan, dengan lisan, dan dengan hati. Tidak semua orang memiliki kekuasaan untuk mengubah keadaan dengan tangan. Tidak semua orang memegang jabatan. Tetapi hampir semua orang masih memiliki lisan, tulisan, dan hati yang hidup.

Karena itu, menulis artikel, menyampaikan kritik, mengingatkan penguasa, menyuarakan keadilan, dan menolak korupsi bukanlah pekerjaan sia-sia. Itu adalah bagian dari ibadah.

Masalahnya, sebagian orang terjebak dalam mental block. Mereka menganggap sesuatu hanya bernilai jika langsung menghasilkan perubahan besar.

Padahal hujan yang deras pun berasal dari kumpulan titik-titik air yang kecil.

Perubahan sosial juga demikian. Ia lahir dari akumulasi suara-suara kecil yang tidak lelah berbicara.

Satu tulisan bisa membangunkan satu pikiran.

Satu pidato bisa membangkitkan satu generasi.

Satu keberanian bisa menular kepada seribu orang.

Keheningan, sebaliknya, justru menjadi pupuk bagi kezaliman.

Bahkan para pelaku kezaliman sering kali tidak takut kepada orang-orang jahat lainnya. Mereka justru takut kepada orang-orang baik yang berani bersuara.

Sebab suara kebenaran memiliki daya yang aneh. Ia tidak selalu langsung merobohkan tembok, tetapi perlahan-lahan membuat retak pondasinya.

Sejarah membuktikan bahwa perubahan besar sering dimulai dari orang-orang yang dianggap cerewet.

Dulu, para pejuang kemerdekaan dianggap pengacau.

Para pembela keadilan dianggap pemimpi.

Para penulis kritik dianggap pembuat gaduh.

Namun ternyata, “kegaduhan” itulah yang kemudian melahirkan perubahan.

Maka jangan pernah meremehkan sebuah tulisan, sebuah ceramah, atau sebuah teriakan melawan kemungkaran.

Di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, nilai amal tidak semata-mata diukur dari hasil, tetapi dari ketulusan usaha.

Ketika kita memilih diam padahal mampu berbicara, sesungguhnya kita sedang memberi ruang nyaman bagi kebatilan.

Sebaliknya, ketika kita bersuara sesuai kemampuan, kita telah menggugurkan kewajiban di hadapan Allah.

Kalaupun perubahan belum datang hari ini, siapa tahu suara kita menjadi satu batu kecil yang menyusun jalan menuju perubahan itu.

Bukankah azan yang dikumandangkan lima kali sehari juga pada hakikatnya adalah “teriakan” suci yang terus diulang tanpa pernah bosan?

Tidak semua orang langsung datang ke masjid. Namun azan tetap dikumandangkan.

Karena tugas muazin bukan memastikan semua orang hadir, melainkan menyampaikan panggilan.

Begitu pula tugas kita.

Bersuaralah.

Menulislah.

Ingatkanlah.

Tolaklah kemungkaran sesuai kemampuan.

Kalau tangan tidak mampu, gunakan lisan.

Kalau lisan dibungkam, gunakan tulisan.

Kalau tulisan tak didengar, setidaknya hati jangan ikut berdamai dengan kezaliman.

Sebab yang benar-benar sia-sia bukanlah orang yang terus berteriak menegakkan kebenaran.

Yang sia-sia adalah mereka yang memilih diam, lalu berharap dunia berubah dengan sendirinya.

Dan kita tahu, sejak Nabi Adam Alaihissalam turun ke bumi, belum pernah ada kezaliman yang pergi karena diminta baik-baik oleh keheningan.**

Tentang Penulis

Ruli Alqodri Mustafa, kolumnis, pemerhati sosial dan ekonomi, founder The TwinsPrime Economics and Social Studies – Cilegon, Banten. Menempuh pendidikan di FEUI Jakarta (1983). Ilmu Hukum di STIH Iblam Jakarta (2000). Alumnus Madrasah Ibtidaiyah Al Hadid komplek Krakatau Steel Cilegon Banten (1976) dan pernah nyantri di sebuah Ponpes di Tasikmalaya, Jawa Barat (1979) serta mengaji Kepada Ustadz Kampung di seputaran Banten dan Kepada beberapa Kiai Sepuh MU dan NU di Cilegon, Jakarta, Tasikmalaya, Sukabumi dan Surabaya.

Ruli Alqodri Mustafa

Ruli Alqodri Mustafa, kolumnis, pemerhati sosial dan ekonomi, founder The TwinsPrime Economics Studies – Cilegon, Banten

Post Views: 413
In HIKMAH JUMATIn dakwah , hikmah jumat , RuliAlqodriMustafa

Post navigation

Mujahirin: Ketika Dosa Bukan Lagi Disembunyikan, Tapi Dijadikan Konten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menjadi Mukmin yang Kuat dengan Imunisasi

On July 2, 2021July 2, 2021

Teriaklah, Sebab Diam Tidak Pernah Mengubah Apa-apa

On August 7, 2026August 7, 2026

Mujahirin: Ketika Dosa Bukan Lagi Disembunyikan, Tapi Dijadikan Konten

On July 24, 2026July 24, 2026

Menjaga Kehormatan di Tengah Kekurangan

On July 10, 2026July 10, 2026

Hijrah Itu Esensi, Bukan Sensasi

On June 19, 2026June 19, 2026

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • November 2025
  • September 2025
  • May 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • December 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • December 2022
  • October 2022
  • September 2022
  • August 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • April 2022
  • March 2022
  • January 2022
  • December 2021
  • November 2021
  • October 2021
  • September 2021
  • August 2021
  • July 2021
  • June 2021
  • May 2021
  • January 2021

Categories

  • HIKMAH JUMAT
  • ILMU DAN TEKNOLOGI
  • KAJIAN ISLAM
  • PENDIDIKAN
  • PONPES AL-IHSAN
  • PROMO
  • SIRAH
  • Uncategorized

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

You May Like

  • HIKMAH JUMAT
Ruli Alqodri Mustafa
On August 7, 2026August 7, 2026

Tak Peduli Anda Beriman atau Kafir

  • HIKMAH JUMAT
Ruli Alqodri Mustafa
On August 7, 2026August 7, 2026

Ibunda Hajar dan Pesan Menyentuh  Ibrahim kepada Putranya  Isma’il

  • HIKMAH JUMAT
Ruli Alqodri Mustafa
On August 7, 2026August 7, 2026

Sinarilah Rumah dengan Bacaan Qur’an

  • HIKMAH JUMAT
Ruli Alqodri Mustafa
On August 7, 2026August 7, 2026

Mengambil Hikmah dari Peristiwa Isra Mikraj

  • HIKMAH JUMAT
Ruli Alqodri Mustafa
On August 7, 2026August 7, 2026

Belajar dari Perilaku Jujur Syekh Abdul Qadir Jaelani

  • HIKMAH JUMAT
Ruli Alqodri Mustafa
On August 7, 2026August 7, 2026

Syekh Yusuf Makassar dan Kisah Seorang Maling

28/04/2021- Foto-foto Kegiatan Serah Terima Bantuan dari Samora Group kepada Pondok Pesantren Al-Ihsan Anyar

https://www.youtube.com/watch?v=CgscUD4N-RU

Video Pendek Moderasi Beragama/Toleransi (Judul: "Akur")
Hak Cipta @ alihsananyer.com 2021