Skip to content
September 19, 2026
Trending Tags
hikmah jumat Alihsan Anyer RuliAlqodriMustafa dakwah Suryana Sudrajat puasa MAULID NABI MUHAMMAD pendidikan
AL-IHSAN ANYER

AL-IHSAN ANYER

Media Dakwah, Pendidikan & Pengetahuan Keislaman

  • PENDIDIKAN
  • SIRAH
  • KAJIAN ISLAM
  • ILMU DAN TEKNOLOGI
  • TENTANG KAMI
  • PONPES AL-IHSAN

Breaking News

Lima Waktu Shalat, Lima Tahap Perjalanan Hidup

Tubuh Kita: Kitab Terbuka tentang Kebesaran Allah

Ketika Kulit Menjadi Saksi

Manusia Memang Aneh : Patuh Minum Obat, Malas Berdo’a

Telinga : Keajaiban Kecil yang Mengajarkan Kita untuk Mendengar

Teriaklah, Sebab Diam Tidak Pernah Mengubah Apa-apa

Mujahirin: Ketika Dosa Bukan Lagi Disembunyikan, Tapi Dijadikan Konten

Menjaga Kehormatan di Tengah Kekurangan

Hijrah Itu Esensi, Bukan Sensasi

Fitnah Akhir Zaman : Ujian Iman di Tengah Kaburnya Kebenaran

  • Home
  • 2026
  • September
  • 18
  • Lima Waktu Shalat, Lima Tahap Perjalanan Hidup
  • HIKMAH JUMAT

Lima Waktu Shalat, Lima Tahap Perjalanan Hidup

On September 18, 2026
Ruli Alqodri Mustafa

Cobalah sesekali berhenti sejenak ketika azan berkumandang. Lihatlah langit, rasakan perubahan cahaya, lalu tanyakan kepada diri sendiri: sudah sejauh mana perjalanan hidup kita? Pagi yang tadi masih gelap perlahan menjadi terang. Matahari kemudian meninggi, bergeser ke barat, meredup, lalu tenggelam. Tanpa terasa, satu hari telah berlalu. Begitulah kehidupan manusia. Kita lahir, tumbuh, menjadi kuat, menua, lalu suatu saat meninggalkan dunia.

Di antara perjalanan matahari itulah lima waktu shalat hadir sebagai penanda. Shubuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya bukan hanya membagi satu hari menjadi beberapa bagian, tetapi secara reflektif dapat kita renungkan sebagai gambaran perjalanan usia manusia: dari kelahiran, masa pertumbuhan, puncak kekuatan, masa senja, hingga kematian dan kehidupan setelahnya.

Shubuh adalah awal. Langit perlahan berubah dari gelap menjadi terang, alam seperti dilahirkan kembali, dan kehidupan mulai bergerak. Shubuh dapat direnungkan sebagai masa bayi dan kanak-kanak: fase ketika manusia masih lemah, polos, dan penuh kemungkinan. Seperti pagi yang baru dimulai, perjalanan kehidupan pun baru dibuka.

Kemudian datang Zhuhur. Matahari berada tinggi dan cahaya mencapai puncaknya. Ia dapat menjadi simbol masa muda dan usia produktif, ketika manusia memiliki tenaga, keberanian, cita-cita, pekerjaan, keluarga, serta kesibukan membangun masa depan. Namun di tengah kekuatan dan kesibukan itu, azan Zhuhur mengingatkan manusia untuk berhenti sejenak dan mengingat kepada siapa seluruh kehidupan ini pada akhirnya dipertanggungjawabkan.

Waktu kemudian bergerak menuju Ashar. Hari mulai condong ke sore dan bayangan semakin panjang. Ashar dapat menjadi simbol masa paruh baya, ketika manusia mulai merasakan bahwa waktu tidak berjalan mundur. Tenaga berkurang, tubuh mulai berubah, dan hasil perjalanan hidup mulai terlihat. Fase ini mengajak kita bertanya: apa yang sudah kutanam selama ini?

Setelah itu tibalah Maghrib. Matahari tenggelam dan cahaya siang perlahan menghilang. Maghrib dapat direnungkan sebagai masa tua, ketika aktivitas duniawi mulai berkurang dan manusia semakin menyadari bahwa perjalanan dunia ternyata singkat. Jabatan, kekayaan, popularitas, dan berbagai pencapaian akhirnya akan ditinggalkan. Yang penting adalah apa yang telah dipersiapkan sebagai bekal kehidupan berikutnya.

Kemudian datang Isya. Malam menutup aktivitas hari. Secara simbolik, Isya dapat direnungkan sebagai gambaran kematian dan alam Barzakh. Sebagaimana malam mengakhiri aktivitas satu hari, kematian mengakhiri kehidupan manusia di dunia. Namun kematian bukanlah akhir, karena dalam keyakinan Islam manusia akan memasuki kehidupan berikutnya dan menanti datangnya hari kebangkitan.

Lima waktu shalat itu seakan mengajarkan sebuah siklus sederhana: Shubuh adalah awal, Zhuhur adalah masa kekuatan, Ashar adalah kesadaran bahwa waktu mulai berkurang, Maghrib adalah senja kehidupan, dan Isya adalah perjalanan menuju kehidupan setelah dunia. Setelah Isya, Shubuh kembali datang. Begitu pula kehidupan manusia: kita tidak mungkin kembali menjadi bayi atau mengulang masa muda. Yang dapat dilakukan hanyalah memperbaiki apa yang masih tersisa.

Karena itu, ketika azan berkumandang, kita bukan hanya dipanggil untuk menunaikan kewajiban shalat, tetapi juga diingatkan tentang perjalanan usia. Setiap waktu yang berlalu membawa kita semakin dekat kepada akhir perjalanan. Pertanyaannya bukan sekadar berapa lama kita akan hidup, melainkan bekal apa yang telah kita siapkan ketika perjalanan itu benar-benar sampai pada waktunya.

Maka jangan hanya menghitung berapa kali kita telah melaksanakan lima waktu shalat. Hitung pula berapa banyak usia yang telah kita gunakan untuk mendekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebab waktu tidak pernah berhenti, usia tidak pernah bertambah kembali, dan setiap manusia sedang berjalan menuju pertemuan dengan-Nya. ***

Penulis: Ruli Alqodri Mustafa, kolumnis, pemerhati sosial dan ekonomi, founder The TwinsPrime Economics Studies – Cilegon, Banten

Ruli Alqodri Mustafa

Ruli Alqodri Mustafa, kolumnis, pemerhati sosial dan ekonomi, founder The TwinsPrime Economics Studies – Cilegon, Banten

Post Views: 477
In HIKMAH JUMATIn Alihsan Anyer , hikmah jumat , RuliAlqodriMustafa

Post navigation

Tubuh Kita: Kitab Terbuka tentang Kebesaran Allah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menjadi Mukmin yang Kuat dengan Imunisasi

On July 2, 2021July 2, 2021

Lima Waktu Shalat, Lima Tahap Perjalanan Hidup

On September 18, 2026

Tubuh Kita: Kitab Terbuka tentang Kebesaran Allah

On September 11, 2026September 11, 2026

Ketika Kulit Menjadi Saksi

On September 4, 2026September 4, 2026

Manusia Memang Aneh : Patuh Minum Obat, Malas Berdo’a

On August 21, 2026August 21, 2026

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • November 2025
  • September 2025
  • May 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • December 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • December 2022
  • October 2022
  • September 2022
  • August 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • April 2022
  • March 2022
  • January 2022
  • December 2021
  • November 2021
  • October 2021
  • September 2021
  • August 2021
  • July 2021
  • June 2021
  • May 2021
  • January 2021

Categories

  • HIKMAH JUMAT
  • ILMU DAN TEKNOLOGI
  • KAJIAN ISLAM
  • PENDIDIKAN
  • PONPES AL-IHSAN
  • PROMO
  • SIRAH
  • Uncategorized

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

You May Like

  • HIKMAH JUMAT
Ruli Alqodri Mustafa
On September 18, 2026

Inilah Yang Akan Membawa Kehancuran Suatu Bangsa

  • HIKMAH JUMAT
Ruli Alqodri Mustafa
On September 18, 2026

Lupa Kalau Ada yang Mengawasi

  • HIKMAH JUMAT
Ruli Alqodri Mustafa
On September 18, 2026

Teriaklah, Sebab Diam Tidak Pernah Mengubah Apa-apa

  • HIKMAH JUMAT
Ruli Alqodri Mustafa
On September 18, 2026

Bersikap Empatik Seperti Rasulullah

  • HIKMAH JUMAT
Ruli Alqodri Mustafa
On September 18, 2026

Menyikapi Fitnah Akhir Zaman

  • HIKMAH JUMAT
Ruli Alqodri Mustafa
On September 18, 2026

Mengambil Hikmah dari Peristiwa Isra Mikraj

28/04/2021- Foto-foto Kegiatan Serah Terima Bantuan dari Samora Group kepada Pondok Pesantren Al-Ihsan Anyar

https://www.youtube.com/watch?v=CgscUD4N-RU

Video Pendek Moderasi Beragama/Toleransi (Judul: "Akur")
Hak Cipta @ alihsananyer.com 2021