Skip to content
October 31, 2026
Trending Tags
hikmah jumat Alihsan Anyer RuliAlqodriMustafa dakwah Suryana Sudrajat puasa MAULID NABI MUHAMMAD pendidikan
AL-IHSAN ANYER

AL-IHSAN ANYER

Media Dakwah, Pendidikan & Pengetahuan Keislaman

  • PENDIDIKAN
  • SIRAH
  • KAJIAN ISLAM
  • ILMU DAN TEKNOLOGI
  • TENTANG KAMI
  • PONPES AL-IHSAN

Breaking News

Imam Syafi’i dan Kita: Umur Bertambah, Karya Mana?

Ketika Kecerdasan Buatan Membutuhkan Rem Darurat

Rezeki seperti Burung: Tawakal yang Mengajarkan Kita untuk Terbang

Hasbunallah Wanikmal Wakil : Saat Hati Menemukan Tempat Bersandar

Ketika Dakwah Dipakai untuk Membingkai dan Menyudutkan

Lima Waktu Shalat, Lima Tahap Perjalanan Hidup

Tubuh Kita: Kitab Terbuka tentang Kebesaran Allah

Ketika Kulit Menjadi Saksi

Manusia Memang Aneh : Patuh Minum Obat, Malas Berdo’a

Telinga : Keajaiban Kecil yang Mengajarkan Kita untuk Mendengar

  • Home
  • 2026
  • October
  • 30
  • Imam Syafi’i dan Kita: Umur Bertambah, Karya Mana?
  • HIKMAH JUMAT

Imam Syafi’i dan Kita: Umur Bertambah, Karya Mana?

On October 30, 2026October 30, 2026
AL IHSAN ANYER

“Imam Syafii yang wafat pada usia 54 tahun punya karya kitab 147 buah“

Imam Syafi’i wafat pada usia sekitar 54 tahun. Namun, namanya tetap hidup melampaui batas usia biologisnya. Pemikiran fikihnya dipelajari lintas generasi, kitab-kitabnya dikaji di pesantren, masjid, dan perguruan tinggi Islam, sementara pendapat-pendapatnya terus menjadi bahan diskusi para ulama hingga hari ini.

Coba kita berhenti sejenak, lalu bercermin. Kita yang hidup pada zaman kiwari, ketika usia sudah menginjak 60 tahun, 70 tahun, bahkan lebih, sudah meninggalkan karya apa untuk generasi berikutnya? Berapa banyak tulisan yang kita hasilkan? Berapa banyak ilmu yang kita bagikan? Berapa banyak pemikiran yang bisa dibaca anak cucu kita setelah kita berpulang ke rahmatullah Jangan buru-buru tersinggung. Ini bukan lomba siapa paling banyak menulis buku. Bukan pula ukuran kesalehan seseorang ditentukan oleh tebal-tipisnya karya. Banyak orang saleh yang tidak pernah menulis buku, tetapi hidupnya menjadi teladan. Banyak pula orang yang tidak pandai merangkai kata, tetapi tangannya ringan membantu sesama. Semua itu bernilai jika dilakukan dengan ikhlas dan membawa manfaat.

Namun, ada ironi yang layak kita renungkan. Sebagian dari kita begitu bersemangat membicarakan agama, tetapi malas membaca ilmu agama. Membaca artikel beberapa paragraf saja sudah menguap berkali-kali. Mata mulai berat, kepala mengangguk, lalu terdengar suara dalam hati: “Ah, nanti saja dilanjutkan.” Nanti berubah menjadi besok. Besok berubah menjadi minggu depan. Minggu depan berubah menjadi entah kapan. Akhirnya, artikel tak selesai dibaca, buku tak kunjung dibuka, ilmu tak bertambah, sementara usia terus berjalan tanpa menunggu kesiapan kita.

Dalam bahasa Sunda, barangkali begini sindirannya: “Umur geus genep puluh taun, maca artikel sababaraha paragraf gé geus angob, tuluy turu deui, turu deui. Ari nyieun buku mah boro-boro acan!” Umur bertambah, tetapi semangat belajar malah tertidur. Kalau bukan kita yang menertawakan diri sendiri, siapa lagi?. Padahal, ilmu tidak harus dimulai dengan menulis kitab berjilid-jilid. Kita bisa memulainya dari hal sederhana: membaca satu halaman setiap hari, mencatat satu pemikiran, menulis pengalaman hidup, merangkum pelajaran dari sebuah buku, atau membagikan pengetahuan yang sudah kita pahami dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Seorang guru bisa mewariskan catatan pelajaran. Seorang pedagang bisa menulis pengalaman tentang kejujuran dalam berniaga. Seorang petani bisa membagikan pengetahuan tentang tanah dan tanaman. Seorang ayah atau ibu bisa menuliskan nasihat kehidupan untuk anak cucunya. Bahkan, tulisan pendek yang jujur dan bermanfaat bisa menjadi pintu pengetahuan bagi orang lain. Kita tidak harus menjadi Imam Syafi’i untuk meninggalkan manfaat. Kita hanya perlu berhenti menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk tidak berbuat apa-apa.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa ketika manusia meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, hadis nomor 1631. Perhatikan baik-baik: ilmu yang bermanfaat. Bukan sekadar ilmu yang dikumpulkan untuk memenangkan perdebatan. Bukan pula pengetahuan yang dipamerkan agar dianggap paling pintar. Ilmu itu harus memberi manfaat, mencerahkan pikiran, memperbaiki perilaku, dan membantu manusia menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Maka, menulis bisa menjadi salah satu jalan untuk mewariskan ilmu. Tetapi jangan pula merasa bahwa setiap tulisan otomatis menjadi amal jariah. Kualitas, kebenaran, manfaat, dan keikhlasan tetap penting. Tulisan yang keliru bisa menyesatkan, sedangkan tulisan yang benar dan bermanfaat dapat membantu banyak orang, bahkan ketika penulisnya telah tiada. Imam Syafi’i meninggalkan warisan keilmuan yang luar biasa. Kita mungkin tidak sanggup menyamai keluasan ilmunya, apalagi produktivitas para ulama besar. Namun, kita masih bisa meneladani semangat mereka dalam belajar, berpikir, mengajar, dan berbagi.

Jangan sampai kita sibuk menghitung usia, tetapi lupa mengisi usia. Jangan sampai kita bangga memiliki banyak pengikut di media sosial, tetapi tidak pernah bertanya apakah ada pengetahuan bermanfaat yang kita tinggalkan. Jangan sampai kita rajin mengomentari tulisan orang lain, tetapi tidak pernah berusaha menghasilkan satu tulisan yang berguna bagi sesama. Sebab, pada akhirnya, hidup bukan semata-mata soal berapa lama kita bernapas, melainkan juga apa yang kita lakukan selama masih diberi kesempatan.

Jadi, bagi yang sudah berusia 60 tahun ke atas, jangan buru-buru merasa terlambat. Selama pikiran masih bisa bekerja dan tangan masih bisa bergerak, mulailah menulis. Tidak harus langsung menjadi buku. Satu halaman pun cukup untuk memulai. Dan bagi yang masih muda, jangan menunggu tua untuk berbagi ilmu. Mulailah sekarang, selagi waktu masih panjang dan kesempatan masih terbuka.

Umur boleh bertambah, rambut boleh memutih, tenaga boleh berkurang. Tetapi semangat belajar dan berbagi ilmu jangan ikut menua. Sebab, kita tidak pernah tahu tulisan sederhana mana yang kelak menjadi penerang bagi seseorang, bahkan setelah kita sendiri tak lagi ada di dunia.**

Referensi

  1. Muslim bin al-Hajjaj. Shahih Muslim, hadis no. 1631, tentang tiga amal yang tetap mengalir setelah kematian.
  2. Al-Bayhaqi. Manaqib al-Syafi’i, biografi dan perjalanan keilmuan Imam Syafi’i.
  3. Al-Syafi’i. Al-Risalah, salah satu karya penting dalam perkembangan ilmu usul fikih.

Penulis: Ruli Alqodri Mustafa, kolumnis, pemerhati sosial dan ekonomi, founder The TwinsPrime Economics Studies – Cilegon, Banten

AL IHSAN ANYER
Post Views: 425
In HIKMAH JUMATIn Alihsan Anyer , hikmah jumat , RuliAlqodriMustafa

Post navigation

Ketika Kecerdasan Buatan Membutuhkan Rem Darurat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menjadi Mukmin yang Kuat dengan Imunisasi

On July 2, 2021July 2, 2021

Imam Syafi’i dan Kita: Umur Bertambah, Karya Mana?

On October 30, 2026October 30, 2026

Ketika Kecerdasan Buatan Membutuhkan Rem Darurat

On October 21, 2026October 21, 2026

Rezeki seperti Burung: Tawakal yang Mengajarkan Kita untuk Terbang

On October 16, 2026October 16, 2026

Hasbunallah Wanikmal Wakil : Saat Hati Menemukan Tempat Bersandar

On October 2, 2026October 2, 2026

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • November 2025
  • September 2025
  • May 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • December 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • December 2022
  • October 2022
  • September 2022
  • August 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • April 2022
  • March 2022
  • January 2022
  • December 2021
  • November 2021
  • October 2021
  • September 2021
  • August 2021
  • July 2021
  • June 2021
  • May 2021
  • January 2021

Categories

  • HIKMAH JUMAT
  • ILMU DAN TEKNOLOGI
  • KAJIAN ISLAM
  • PENDIDIKAN
  • PONPES AL-IHSAN
  • PROMO
  • SIRAH
  • Uncategorized

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

You May Like

  • HIKMAH JUMAT
AL IHSAN ANYER
On October 30, 2026October 30, 2026

Mujahirin: Ketika Dosa Bukan Lagi Disembunyikan, Tapi Dijadikan Konten

  • HIKMAH JUMAT
AL IHSAN ANYER
On October 30, 2026October 30, 2026

Kisah Dua Sufi Perempuan

  • HIKMAH JUMAT
AL IHSAN ANYER
On October 30, 2026October 30, 2026

Pandai-pandailah Mengatur Dunia

  • HIKMAH JUMAT
AL IHSAN ANYER
On October 30, 2026October 30, 2026

Dua Balasan Surga untuk Orang Bertakwa

  • HIKMAH JUMAT
AL IHSAN ANYER
On October 30, 2026October 30, 2026

Yuk Kita Bercermin pada Hati Nurani

  • HIKMAH JUMAT
AL IHSAN ANYER
On October 30, 2026October 30, 2026

Telinga : Keajaiban Kecil yang Mengajarkan Kita untuk Mendengar

28/04/2021- Foto-foto Kegiatan Serah Terima Bantuan dari Samora Group kepada Pondok Pesantren Al-Ihsan Anyar

https://www.youtube.com/watch?v=CgscUD4N-RU

Video Pendek Moderasi Beragama/Toleransi (Judul: "Akur")
Hak Cipta @ alihsananyer.com 2021