Skip to content
May 18, 2026
Trending Tags
Alihsan Anyer hikmah jumat Suryana Sudrajat puasa RabiahAlAdawiyah dakwah bulan suci Hamka
AL-IHSAN ANYER

AL-IHSAN ANYER

Media Dakwah, Pendidikan & Pengetahuan Keislaman

  • PENDIDIKAN
  • SIRAH
  • KAJIAN ISLAM
  • ILMU DAN TEKNOLOGI
  • TENTANG KAMI
  • PONPES AL-IHSAN

Breaking News

Kisah Dua Sufi Perempuan

Dakwah Nabi dan Sikap Para Pembesar

Buya Hamka: Puasa adalah Proses Pendidikan Budi

 Marhaban, Ya Ramadan!

Kisah Fariduddin Attar tentang Perempuan dan Keindahannya

Dua Hari  TKA Berlangsung, Ini  Apa Kata Guru dan Peserta

HIkmah Maulid Nabi Muhammad Saw.

Muhammad Sang Pemuda

ENGKAU TELAH DIPANGGIL SEJAK BERABAD-ABAD

Tragedi dan Legacy Khalifah Umar ibn Khaththab

  • Home
  • 2024
  • February
  • 2
  • Yuk Kita Bercermin pada Hati Nurani
  • HIKMAH JUMAT

Yuk Kita Bercermin pada Hati Nurani

On February 2, 2024February 2, 2024
H. A. SURYANA SUDRAJAT

Agar hati manusia tetap bening, dia harus berusaha membersihkan diri dengan jalan menguasai nafsu-nafsu rendahnya, serta melakukan olah ruhani atau riyadhah.

Menurut Imam Al-Ghazali, hati manusia itu ibarat cermin. Sedangkan petunjuk Tuhan seperti nur atau cahaya. Jika hati manusia benar-benar bersih, dia mampu menangkap petunjuk Ilahi dan memantulkannya ke sekelilingnya. Ia, manusia, dengan demikian, bukan hanya mampu menangkap cahaya Tuhan tetapi juga bisa memancarkannya ke alam sekitarnya. Orang demikian lazim disebut memiliki hati nurani.

Nurani, dari akar kata “nur” (cahaya), artinya yang bersifat cahaya. Sama dengan perkataan “ruhani” yang berasal dari kata ‘ruh”. Hati disebut sebagai nurani karena ia modal pertama yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk menerangi jalan hidup, yang merupakan kelanjutan dari fitrah manusia yang suci. Karena nurani tidak taken for granted, melainkan harus terus diasah melalui introspeksi dan dipupuk melalui suatu pengalaman keagamaan, maka hanya orang yang baik saja yang mempunyai hati nurani. Sedangkan orang yang jahat, hatinya bukan nurani lagi melainkan zulmanni. Artinya, hatinya menjadi gelap sehingga tumpul atau tidak peka lagi tentang baik-buruk dan benar-salah.

Seperti diingatkan Al-Ghazali, tidak semua manusia mampu menangkap sinyal-sinyal spiritual dari Tuhan, atau cahaya Ilahi. Penyebabnya adalah, pertama, cerminnya teramat kotor sehingga cahaya Ilahi yang seterang benderang apa pun tidak bisa ditangkap oleh cermin ruhaninya. Yang demikian ini adalah mereka yang bergelimang dengan perbuatan-perbuatan keji dan aniaya (fahsya wal-munkar).

Kedua, ada penghalang antara cermin dan sumber cahaya sehingga tidak memungkinkan nur Ilahi tersebut menerpa cermin. Orang-orang yang menjadikan harta, kekuasaan, dan kesenangan lahiriah sebagai orientasi hidupnya masuk dalam kategori ini.

Ketiga, cermin tersebut memang membelakangi sumber cahaya sehingga tidak mungkin dapat tersentuh sinar Ilahi. Contohnya adalah orang-orang kafir yang secara sadar mengingkari Allah.

Menurut Al-Ghazali, agar hati manusia tetap bening, dia harus berusaha membersihkan diri dengan jalan menguasai nafsu-nafsu rendahnya, serta melakukan olah ruhani yang disebut dengan riyadhah.

Ihwal nafsu, secara garis besar Al-Ghazali membagi dua, yakni nafsu tercela (mazmumah) dan nafsu terpuji (mahmudah). Yang pertama, nafsu yang mendorong kita kepada kehendak-kehendak jahat. Yang kedua, nafsu yang mengarahkan kita kepada hal-hal kebaikan, seperti mencari penghidupan yang halal, menolong sama, menambah ilmu, dan meningkatkan keterampilan, dan seterusnya dan sebagainya.***

H. A. SURYANA SUDRAJAT

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihsan Anyer, Serang, Banten.

Post Views: 1,596
In HIKMAH JUMAT

Post navigation

Salat, Sedekah, dan Hamba yang Beruntung
Bersedekah Tak Harus Nunggu Kaya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menjadi Mukmin yang Kuat dengan Imunisasi

On July 2, 2021July 2, 2021

Kisah Dua Sufi Perempuan

On May 8, 2026May 8, 2026

Dakwah Nabi dan Sikap Para Pembesar

On April 24, 2026April 24, 2026

Buya Hamka: Puasa adalah Proses Pendidikan Budi

On March 6, 2026

 Marhaban, Ya Ramadan!

On February 12, 2026

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • November 2025
  • September 2025
  • May 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024
  • December 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • December 2022
  • October 2022
  • September 2022
  • August 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • April 2022
  • March 2022
  • January 2022
  • December 2021
  • November 2021
  • October 2021
  • September 2021
  • August 2021
  • July 2021
  • June 2021
  • May 2021
  • January 2021

Categories

  • HIKMAH JUMAT
  • ILMU DAN TEKNOLOGI
  • KAJIAN ISLAM
  • PENDIDIKAN
  • PONPES AL-IHSAN
  • PROMO
  • SIRAH
  • Uncategorized

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

You May Like

  • HIKMAH JUMAT
H. A. SURYANA SUDRAJAT
On February 2, 2024February 2, 2024

Orang Bodoh yang Pemurah dan Ahli Ibadah yang Pelit

  • HIKMAH JUMAT
H. A. SURYANA SUDRAJAT
On February 2, 2024February 2, 2024

Bantuan Segera dari Allah, Kapan Tiba?

  • HIKMAH JUMAT
H. A. SURYANA SUDRAJAT
On February 2, 2024February 2, 2024

Indahnya Beribadah di Malam Hari

  • HIKMAH JUMAT
H. A. SURYANA SUDRAJAT
On February 2, 2024February 2, 2024

Syekh Yusuf Makassar dan Kisah Seorang Maling

  • HIKMAH JUMAT
H. A. SURYANA SUDRAJAT
On February 2, 2024February 2, 2024

Membangun Masyarakat Muttaqin dan Shiddiqin

  • HIKMAH JUMAT
H. A. SURYANA SUDRAJAT
On February 2, 2024February 2, 2024

Antara Zikir dan Tafakur

28/04/2021- Foto-foto Kegiatan Serah Terima Bantuan dari Samora Group kepada Pondok Pesantren Al-Ihsan Anyar

https://www.youtube.com/watch?v=CgscUD4N-RU

Video Pendek Moderasi Beragama/Toleransi (Judul: "Akur")
Hak Cipta @ alihsananyer.com 2021